Jumat, 12 April 2013

" BEBASKAN DAN TUNJUKAN "



Apa arti kebebasan yang  kita dapat.
kebebasan adalah hak manusia untuk mencapai kebahagiaan individu tanpa merusak kebebasan individu lain.
Kebebasan merupakan tempat bergantungnya ketinggian harga diri manusia. Setiap kebebasan hakikatnya adalah aturan yang menjadi pilihan.akal dan kecerdasan tidak ada artinya tanpa kebebasan.Kebebasan juga dapat berarti kehendak bebas manusia yang dengannya kita dapat memutuskan suatu hal dari banyak pilihan-pilihan dan peristiwa yang terjadi dalam hidup kita.

Kita memiliki kebebasan, untuk mencintai atau membenci...Marah atau memaafkan..terpuruk atau bangkit...Bahagia atau sebaliknya...kita bebas memilih atau mengontrol respon dari setiap kejadian yang datang dalam kehidupan kita,itulah kebebasan.tapi  walaupun kita memiliki KEBEBASAN dalam memilh respon untuk setiap kejadian, saya sarankan kita tetap fokus memilih pada KEBEBASAN yang bersifat  *POSITIF.
*Rangkullah kehidupan.
*Rengkuhlah cinta baru.
Penuhilah tawa, keriangan di setiap hari-hari anda bukalah hati untuk kemungkinan-kemungkinan yang baik ,rezeki, pekerjaan, orang-orang,lingkungan baru yang membahagiakan.anda BEBAS untuk menjalani itu semua.! dan menjadi bahagia.

Mulai sekarang, saya harap pikiran dan hati anda TERBEBASKAN dari apapun yang sempat mengungkung selama ini.apapun hal yang membuat hidup anda tidak bahagia.
Tuhan tidak pernah mengutuk kita, namun kitalah yang sering mengutuk kehidupan dan diri kita sendiri.kita memiliki berbagai macam kebebasan, Pilihlah kebebasan-kebebasan yang baik. Buatlah hal-hal baik, terbaik yang bisa kita lakukan setiap harinya.

Selalu pilih respon terbaik, pikiran dan emosi baik, pada setiap kejadian.Jalanilah setiap kebebasan dan kehidupan baru  anda dengan energi positif, hingga menjadikan hidup ini pernuh warna.
Penulis :Mohamd Amin Sarkem,S.Pd
Sumber : Asian Brain IMC

Rabu, 10 April 2013

SUDAH KAH ANDA BERUBAH..?

Tata krama memang dapat menentukan nasib baik seseorang faktor tata krama yang tidak ditaati terkadang dapat membawa malapetaka yang menyedihkan juga tidak dijadikan suatu kebisaan dan sikap hidup. Hendaklah anda camkan prinsip ini. Tata krama berada dimana saja dan kapan saja. Anda tidak mungkin menghindarinya. Ia selalu menghimbau anda untuk melaksanakannya.oleh karena itu, terimalah kenyataan. Yang paling penting mau menerima dan mempelajarinya bilamana perlu. Lalu, sesuaikanlah anda dengan tempat dan waktu. Pikirkanlah sejenak dan bertindaklah dengan cepat dan tepat.
 

Hubungan antar manusia atau komunikasi melahirkan pergaulan.Dalam bergaul faktor perhatian sangat menentukan. Pergaulan bisanya diawali dengan berkenalan. Dalam pergaulan orang perlu memahami tata cara dalam pembicaraan tatap muka serta pembicaraan dengan sarana komunikasi misalnya, surat dan telepon.

1. Komunikasi sebagai sifat alami manusia
Komunikasi dengan orang lain dalam pergaulan merupakan arena yang paling banyak menuntut diterapkannya tata krama. Oleh karena itu banyak orang berkata bahwa tata krama dan komunikasi dalam pergaulan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

2. Tata Krama Berkenalan
Tata krama berkenalan dan bertamu cukup beragam antar suku, wilayah dan bangsa. Para siswa seyogyanya mengetahui aturan-aturan umum yang disepakati pada masyarakat umumnya, sedangkan penerapannya disesuaikan dengan kondisi yang berlaku.

3. Tata Cara Bertamu
Jika hendak bertamu ke rumah orang, hendaknya anda datang pada waktu yang tepat, tidak pada waktu istirahat. Sebaliknya keinginan anda disampaikan terlebih dahulu melalui telepon atau surat, jika keadaan memungkinkan. Kalau anda mengetuk pintu sebaiknya hanya tiga kali dengan suara yang wajar jangan seperti orang menggedor pintu.

4. Tata Cara Berbicara
Cobalah anda renungkan berapa banyak kata yang anda keluarkan dalam satu hari, dan ingatlah dengan pepatah “berkata pliharalah lidah”  hati-hatilah dalam berbicara agar tidak mengakibatkan suatu hal yang tidak menyenangkan di kemudian hari.

5. Cara Bersolek dan Menggunakan Perhiasan
Setiap siswa hendaknya berpenampilan sesuai denga peraturan sekolah, sesuai dengan tata krama kesopanan, rapih dan pantas. Selain itu tampak kurang pantas jika bersolek berlebihan.

6. Cara Berpakaian
Siswa yang mengatur rambutnya dengan rapih dan pantas akan memperlihatkan keserasian. Busana yang warna serta modelnya aneh hanya cocok dipakai di pesta ulang tahun atau pesta.dan gunakan kerudung dengan aturan sekolah yang ada..jangan mengunakan kerudung dengan warna kehendak diri...

7. Ukuran Ketampanan
Ketampanan pria lebih ditentukan oleh sifat yang penuh dengan tanggung jawab, percaya diri, siap sedia melindungi, kejantanan hati, sikap sportif atau satria, kepekaan rasa dan rela berkorban.

8. Cara Berjalan Bersama
Jika seorang pria berjalan dengan seorang wanita hendaknya pria berada pada jalur lalu lintas, sedang kan wanita selalu berada pada posisi terlindung.

9. Cara makan
Tata cara makan merupakan unsur yang paling penting dalam tata krama. Tata cara makan berbeda dari tempat ketempat. Oleh karena itu,perlulah anda menanyakan tata cara makan dilingkungan yang belum pernah anda ketahui

SEMOGA BERMANFAAT...
MARI KITA RUBAH KEBIASAAN BURUK KITA,,,
SIAPA LAGI KALAU BUKAN KITA YANG MERUBAHNYA....



Penulis : 
Kontributor : Mohamad sapi’i 

Sumber : http://belajarpsikologi.com/macam-macam-tata-krama/
www.dawama.com

Sabtu, 06 April 2013

Jadi Manusia Yang Punya Harga Diri


Apakah harga diri itu? Coopersmith (Gilmore, 1974) mengemukakan bahwa: “harga diri” merupakan penilaian individu terhadap kehormatan dirinya, yang diekspresikan melalui sikap terhadap dirinya. Sementara itu, Buss (1973) memberikan pengertian harga diri sebagai penilaian individu terhadap dirinya sendiri, yang sifatnya implisit (tidak dinyatakan secara jelas) dan tidak diverbalisasikan (diungkapkan dengan kata-kata). Merujuk pada kedua pendapat tersebut, maka harga diri  dapat diartikan sebagai penilaian individu terhadap kehormatan diri, melalui sikap terhadap dirinya sendiri yang sifatnya tidak dinyatakan secara jelas dan tidak diungkapkan dengan kata-kata.

Harga diri individu mempunyai pengaruh yang kuat terhadap perilaku yang ditampilkannya. Mc Dougall (1926) mengemukakan harga diri merupakan pengatur utama perilaku individu atau merupakan pemimpin bagi semua dorongan. Kepadanya bergantung kekuatan pribadi, tindakan dan integritas diri.

Rosenberg (Gilmore, 1974) mengemukakan karakteristik individu yang memiliki harga diri mantap yaitu memiliki kehormatan dan menghargai diri sendiri seperti apa adanya. Sebaliknya, individu yang memiliki harga diri rendah cenderung memiliki sikap penolakan diri, kurang puas terhadap diri sendiri, dan merasa rendah diri.

Harga diri merupakan salah satu kebutuhan penting manusia. Maslow dalam teori hierarki kebutuhannya menempatkan kebutuhan individu akan harga diri sebagai kebutuhan pada level puncak, sebelum kebutuhan aktualisasi diri. Dikemukakannya kebanyakan orang normal memiliki kebutuhan untuk harga diri (Jordan, 1979). Balnadi Sutadipura (1983) menyebutkan bahwa kebutuhan harga diri merupakan kebutuhan seseorang untuk merasakan bahwa dirinya seorang yang patut dihargai dan dihormati sebagai manusia yang baik. Hal senada dikemukakan Abdul Aziz Ahayadi (1985) bahwa  kebutuhan harga diri sebagai kebutuhan seseorang untuk dihargai, diperhatikan dan merasa sukses. Dari kedua pendapat di atas dapat dimaknai, bahwa setiap individu normal pasti berharap dan menginginkan dapat merasakan hidup sukses, dihormati dan dihargai sebagai manusia.

Pentingnya pemenuhan kebutuhan harga diri individu, khususnya pada kalangan remaja, terkait erat dengan dampak negatif jika mereka tidak memiliki harga diri yang mantap. Mereka akan mengalami kesulitan dalam menampilkan perilaku sosialnya, merasa inferior (rendah diri) dan canggung. Namun apabila kebutuhan harga diri mereka dapat terpenuhi secara memadai, kemungkinan mereka akan memperoleh sukses dalam menampilkan perilaku sosialnya, tampil dengan kayakinan diri dan merasa memiliki nilai dalam lingkungan sosialnya (Jordan et. al. 1979).

Penulis: Semiyanto
Gambar dari: salshangabulatuk.blogspot.com